Kiriman tidak dijawab | Topik aktif Waktu sekarang ialah Rabu, 04 Ogo 2021 8:48 am



Jawab topik  [ 1 kiriman ] 
Manusia Yang Berpaling dari Al- Quran 
Pengarang Mesej
Fresh Boarder
Fresh Boarder

Menyertai pada: Sabtu, 21 Jun 2008 10:32 pm
Kiriman: 2
Jawab dengan petikan
Dalam mengharungi hidup dan kehidupan di dunia ini yang singkat, bagaikan perjalanan musafir yang sekadar singgah sebentar untuk minum air agar terlepas dari dahaga. Sesungguhnya Allah SWT telah banyak memberikan tuntunan.
Manusia dalam mensikapi tuntunan Allah, bagaikan seorang pengguna jasa jalan raya. Terkadang, ada yang disiplin dapat membaca, memanfaatkan rambu-rambu jalan yang terpasang rapi, jelas dan kukuh. Tapi, ada juga manusia pengguna fasiliti jalan yang degil, bahkan cenderung sengaja melanggarnya.

Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Thaha ayat 125-127 sedemikian jelas menggambarkan kondisi manusia yang berpaling dari Al Qur’an:

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: Wahai Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah orang yang melihat. Allah berfirman: Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. Dan demikian Kami membalas orang-orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.

Gambaran kehidupan yang sempit, tentu menakutkan, sebab, hampir rata-rata manusia berharap memperoleh hidup yang luas lagi penuh kemudahan. Yang perlu diketahui, mengapa keadaan demikian, apa sebabnya. Al Quran memberi gambaran, misalnya dalam surat Al Lail ayat 8-10.

Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup (tidak memerlukan pertolongan Allah serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan kehidupan) yang sukar.

Nampak bahwa kesempitan, kesulitan dan kepahitan hidup itu bukan datang dengan tiba-tiba. Bahkan bukan karena kesewenang-wenangan Allah. Melainkan, itu diperoleh buah dari amal manusia sendiri yang bakhil, tidak butuh pertolongan Allah dan mendustakan pahala terbaik-Nya.

Di antara implikasi dari kesempitan hidup adalah ketika seseorang menghadapi cobaan, dia amat mudah berkeluh-kesah dan berputus asa. Allah menggambarkannya dalam surat Al Isra ayat 83.

Dan ketika dia (manusia) ditimpa keburukan, adalah dia (bersikap) putus asa.

Manusia dengan tipe mudah berputus asa, mempunyai kecenderungan untuk mengambil konklusi tergesa-gesa, misalnya, bunuh diri, sebab dia merasa seakan hidupnya sudah tidak ada harapan. Dia melupakan adanya Allah yang Maha Penolong, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Gejala hidup dengan mengambil jalan pintas meskipun dengan melanggar aturan Allah termasuk bagian dari hidup yang sempit.

Selanjutnya, implikasi yang lebih fatal adalah hidup berpaling dari tuntunan Allah (Al Qur’an) sebab Allah memberi imbalan bagi pelakunya dikumpulkan di hari Qiyamat dalam kondisi buta dan tiap berhadapan dengan siksa-Nya yang berat dan abadi.


Sabtu, 21 Jun 2008 10:57 pm
Profil
Papar kiriman sejak:  Susun mengikut  
Jawab topik   [ 1 kiriman ] 

Siapa dalam talian

Pengguna yang melayari forum ini: Tiada pengguna berdaftar dan 1 tetamu


Anda tidak boleh mengirim topik baru dalam forum ini
Anda tidak boleh menjawab topik dalam forum ini
Anda tidak boleh menyunting kiriman anda dalam forum ini
Anda tidak boleh menghapuskan kiriman anda dalam forum ini
Anda tidak boleh mengirim lampiran dalam forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron